Harga Solar Industri

Harga solar industri yang jelas berbeda dengan solar subsidi yang disalurkan pemerintah melalui pom bensin atau SPBU. Dari namanya saja sudah jelas, solar industri memang diperuntukkan untuk industri.

Per tanggal 22 Juni 2013, harga solar subsidi oleh pemerintah ditetapkan menjadi Rp 5.500/liter naik dari sebelumnya Rp 4.500/liter.

Jauh sebelum pengumuman kenaikan harga BBM subsidi, harga solar industri Pertamina di bulan Januari 2013 sudah bertengger di kisaran Rp 8.800/liter. Harga ini terus berangsur naik setiap bulannya. Pada waktu tulisan ini dibuat, Januari 2014, yaitu satu tahun setelahnya harga solar industri kini berkisar di angka Rp 11.500/liter.

Ingat harga yang saya sebutkan di atas berlaku untuk pulau Jawa dan BELUM termasuk pajak PPN 10%, PBBKB dan biaya transport. Jika dibulatkan harganya bisa sekitar Rp 13.000/liter.

Melihat trend harga solar industri yang terus naik, membuat banyak pengguna, dalam hal ini pemilik pabrik yang tergiur untuk mencicipi murahnya solar-ilegal. Harga yang ditawarkan untuk solar ilegal ini berkisar di angka Rp 8.000-9.000 an, sedikitnya lebih murah 3000-4000 rupiah dari harga resmi. Bahkan beberapa dari mereka mengklaim bahwa harga tersebut sudah termasuk PPN.

Wajar dong, ketika bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga lebih murah, kenapa tidak?

Saya tidak membahas panjang lebar mengenai solar ilegal di tulisan ini, tapi yang ingin sampaikan di sini adalah berhati-hatilah dalam mencari supplier solar industri untuk kebutuhan pabrik anda. Jangan hanya tergiur dengan harga solar industri yang murah, tapi juga perhatikan aspek legalitas dan jaminan kontinuitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>